Sebentar lagi bulan romadhon, jujur saja ada dua sisi pribadiku yang sedang bergejolak menghadapi bulan romadhon ini.

 

sisi naluriku berkata “bulan romadhon ga bisa jorok-jorok, godain cewe, ngobrol yang aneh-aneh sama calon istriku …. Agh bulan romadhon …. ”. sisi nuraniku berkata “alhamduillah ….. telah tiba bulan romadhon dulu aku hanya bisa mendengar, melihat orang-orang disekelilingku beribadah di bulan romadhon, sekarang aku mengalami juga seperti mereka dan merasakan indahnya pribadi yang mencoba bersih dibulan romadhon”…..

 

yang terbesit dikepalaku saat ini adalah seberapa jauh aku bisa beribadah dan jujur dalam ibadahku untuk menggapai ridho Alloh SWT. Disamping semua goda’an nyata dan terutama hayalan manisnya duniawi.

 

Aku memilih jalan menuju Surga dengan dan hanya bisa dengan agama Islam yang baru seumur 15 jagung (3 x panen dalam setahun) sa’at ku ingat perjuanganku yang hampir melepas nyawa bertarung dengan orang-orang tercinta, terdekat dan kaumku dimasa itu, begitu bangganya aku… (atau begitu na’ifnya aku yang baru sadar setelah umurku menginjak 19 tahun).

 

Diujung asaku ada dilemma hidup yang telah dan akan kulalui. Masih banyak hal-hal yang perlu kuluruskan baik pada diriku sendiri atau orang-orang yang kucintai. Sanggupkah aku melakukannya ?… kan kujadikan itu sebagai pelecut hidup dimasa kini dan seterusnya. Seberapa aku bermanfa’at ?

 

“Ya Alloh Ya Rohman Ya Rohim Ya Robbi seru sekalian alam. Seandainya hamba masih pantas memohon kepada siapa hamba memohon … Hanya Pada-MU hamba berserah semua … “.

“Seandainya hamba masih pantas untuk memohon, kabulkanlah satu saja permintaan hamba Ya Alloh … Berikanlah kemulia’an dunia dan akherat kepada Muhammad SAW,  kepada seluruh umat muslim yang dihatinya dan perbuatannya muslim, seluruh keluarga hamba, kepada orang-orang yang hamba cintai, kepada keturunan-keturunan hamba. Amien ya robbal’alamin “.